Empat bunga mawar

February 4, 2009

Suatu pagi kulihat ada empat bunga yang mekar di hatiku. Semuanya adalah bunga mawar yang indah. Setiap hari aku rawat mereka dengan senyuman, aku sirami mereka dengan kasih sayang.

Mawar pertama terlihat yang paling besar dari mawar lainnya. Kuat diterpa angin dan badai. Mawar ini juga menjadi pelindung bagi ketiga mawar yang lain. Mawar kedua durinya yang paling banyak dari yang lain, tetapi cukup indah bila dipandang dan agak rapuh bila di sentuh. Mawar ketiga tidak berduri sama sekali, tetapi terlihat paling indah dari mawar lainnya. Mawar ini juga yang paling aneh. Tidak bergeming, sunyi, dan penuh misteri. Sedangkan mawar keempat yang paling kecil kelopak bunganya dan durinya pun baru tumbuh.

Pada suatu pagi, aku merasa bahwa ada yang lain dalam diriku ketika aku memandang bunga mawar ketiga. Hatiku berdetak sangat kencang. Aku akui aku sangat menyukai mawar ketiga ini.

Di suatu pagi pula, satu persatu mawar yang ku cintai ini dipetik oleh orang-orang yang mencintainya juga. Dimulai dari mawar pertama, kedua, dan keempat. Yang tersisa hanyalah mawar ketiga yang sangat ku kagumi.

Mawar ketiga inilah yang sampai saat itu menemaniku hingga akhirnya dia juga dipetik oleh orang yang mencintainya. Ada rasa menyesal di hatiku. Kenapa bukan aku saja yang memetiknya????

Sekarang aku pun hanya bisa berharap dan berjanji apabila dihatiku muncul kembali bunga mawar, aku tidak akan memberikannya kepada orang lain.


Cinta tak mengenal status

February 4, 2009

Tanpa cerita ku bertanya

Pada siapa ku menyapa

Hanya dirimulah yang ada di hati

Hanya dirimulah yang selalu kunanti

Tetapi memang sudah garisan takdir

Raga dan setengah hatimu adalah milik seseorang

Dan setengah hatimu yang satulagi adalah milikku

Apakah aku akan puas dengan semua itu

Cinta memang tak mengenal status

Cinta adalah permainan hati

Ataukah hati yang mempermainkan cinta

Akupun tak mengerti

Walaupun kau masih bersamanya

Aku tahu bahwa kau masih mencintaiku

Aku tahu itu dari sorotan matamu

Aku tahu itu dari bicaramu

Sekarang aku tak tahu harus berbuat apa

Kuhanya bisa berharap suatu saat nanti

Kita bisa bersama

Selamanya…..


Sahabatku

January 30, 2009

Kepada sahabatku,

Ingatkah kau saat kita bersama dulu

Menghabiskan waktu dengan canda gurau

Bersatu melawan hari

Berjuang melewati waktu

Bersama

Wahai dirimu yang jauh disana

Masih ingatkah kau kepada ku

Orang yang selalu menjagamu

Orang yang selalu melindungimu

Orang yang selalu berusaha sekuat tenaga untuk selalu membuatmu tersenyum

Dan orang yang selalu hadir disaat kau merasa sendiri

Sahabat ku

Dimanapun kau berada

Aku akan selalu mendoakanmu

Aku akan selalu mengingatmu

Aku akan selalu rindu akan hadirmu

Walau kenyataan yang terjadi malah sebaliknya

Sahabat

Cuma satu hal yang aku inginkan darimu

Cukuplah jangan lupakan diriku

Ingatlah aku walau kita tak lagi bersama

Ingatlah aku walau cuma sekedar ingat dengan namaku

Ingatlah aku walau cuma sekedar ingat akan sikapku yang buruk kepadamu

Ingatlah aku walau hanya satu kali dalam 1000 tahun

Ps : Jangan lupakan aku